Secara
umum, ilmu falak dapat disamakan dengan Astronomi, yaitu ilmu yang mempelajari
perbintangan, tetapi sebenarnya ilmu falak adalah sebuah ilmu yang mempelajari
peredaran benda-benda langit, khususnya bumi, bulan dan matahari. Peredaran
benda-benda langit tersebut digunakan untuk menentukan waktu sholat, arah
kiblat, gerhana bulan dan matahari serta penentuan awal bulan bulan hijriyah. Patokan-patokan
penetuan waktu ibadah tersebut bersumber pada Al-Qur’an yang diperjelas dengan
hadits.
| Waktu Sholat |
Bahasan
Ilmu Falak yang dipelajari dalam Islam adalah yang ada kaitannya dengan
pelaksanaan ibadah, sehingga pada umumnya Ilmu Falak ini mempelajari 4 bidang,
yakni :
1.
Arah
kiblat dan bayangan arah kiblat
2.
Waktu-waktu
sholat
3.
Awal
bulan hijriyyah
4.
Gerhana
matahari dan bulan.
Mempelajari ilmu falak atau ilmu hisab memberikan
manfaat bagi masyarakat, khususnya diri
sendiri yaitu kita dapat memastikan ke
arah mana kiblat suatu tempat di permukaan bumi. Kita juga dapat memastikan
waktu shalat telah tiba atau matahari sudah terbenam untuk berbuka puasa.
Melalui ilmu falak pula orang yang melakukan rukyatul hilal dapat mengarahkan
pandangannya dengan tepat ke posisi hilal, bahkan kita juga dapat mengetahui
akan terjadinya peristiwa gerhana matahari atau gerhana bulan berpuluh bahkan
beratus tahun yang akan datang.
Dengan demikian, ilmu falak atau ilmu hisab dapat
menumbuhkan keyakinan dalam melakukan ibadah, sehingga ibadahnya lebih khusyu’.
Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah adalah mereka yang
selalu memperhatikan matahari dan bulan untuk mengingat Allah” (HR. Thabrani)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar